Showing posts with label fanfiction. Show all posts
Showing posts with label fanfiction. Show all posts

Thursday, May 11, 2017

AMV FOX AND FLOWER NARUHINA FANFICTION NANA ANAYI

AMV FOX AND FLOWER NARUHINA FANFICTION NANA ANAYI

Hohohoho, silahkan dinikmati.
- DISCLAIMER: I DO NOT OWN NARUTO OR THE SONG IN THIS VIDEO, I DON'T TAKE PROFIT FOR THIS!

Hallo, semua. Adek saya sama saya bekerjasama buat video baru based dari NaruHina Indonesia Fanfiksi berjudul: Fox and Flower karya mbak Nana Anayi. Saya sudah minta izin dari beliau untuk membuat AMV ini. (makaasih mbak Nana)
Nah video ini sendiri based dari Ending anime Hakuoki (ituloh yang anime ada Shinsengumi-nya).
Nah kalo mau tahu siapa yang gambar ini (alias adek saya) silahkan ikuti IG dia @kencur_jahe (gambarnya lacust dari anime Owari no Seraph). Terus buat story Fox and Flowernya silahkan mampir ke:
https://www.fanfiction.net/s/11922265...
https://www.wattpad.com/story/7215938...

Wednesday, March 18, 2015

Eh? (Boruto x Mirai)



“Boruto… Seorang stalker tidak bersembunyi dibelakang tempat duduk dimana objek yang kau amati berada, hihihi.”
Oh, tidak. Boruto menepuk jidatnya. Dia ketahuan. Lain kali, seharusnya dia bersembunyi dibalik pohon atau semak-semak, bukannya bersembunyi di belakang tempat duduk orang yang diamatinya. Baka.
‘Hhh… seandainya dulu aku berguru pada Kaa-san.’ Boruto menghela nafas pasrah.
Eh?
.
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Pair:
Boruto Uzumaki & Mirai Sarutobi
.
.
Namanya Boruto Uzumaki. Pemuda yang terkenal hiperaktif dan terkadang juga bisa menjadi super pemalu pada waktu yang bersamaan. Kenapa bisa? Tentu saja berkat gen kedua orang tuanya . Ayahnya, Naruto Uzumaki yang sangat hiperaktif dan Hinata Hyuuga sang ibu yang pemalu. Jika kau bertanya kenapa sekarang penulis membahas ini. Itu karena sekarang Boruto sedang mewarisi sifat ibunya. Ya, malu berat. Sangat, sangat malu. Bagaimana tidak? Dia ketahuan sedang memperhatikan senpainya yang sedang duduk di bangku taman sekolah. Parahnya dia mengamati senpainya dari belakang tempat duduknya. Ingin rasanya Boruto terjun kelaut dan tidak kembali pulang. Tapi, bagaimana dengan keluarganya? ‘Hu…hu…hu… Malu.’ Boruto menangis dalam hati.
“Hei, Boruto kau tidak apa-apa? Kenapa dari tadi kau diam saja? Hei, Boruto?!”
Mirai benar-benar panik sekarang, Boruto sedari tadi hanya diam dengan mata kosong menatap kearahnya, layaknya dia sedang menatap hantu. Wajahnya pun benar-benar merah seperti habis memakan Kari Penyambung Nyawa. Ide jahil muncul di otak Mirai, dia pun menggenggam tangan Boruto lalu mendekati wajahnya.
“Boruto~ kalau kau tidak mau menjawab, aku akan menciu—“
Hai’. Mirai-nee. Gomen! Gomen!!! Bukan maksudku menguntitmu. Aku hanya, hanya—“
“Hihihi, sudah. Tenang Boruto. Aku hanya bercanda.”
‘Tentu saja bercanda mana mungkin Mirai-nee mau mencipokku.’ batin Boruto sedih.
Hm, mungkin saja dia mau. Jangan berprasangka buruk dulu, Boruto. Oke, mungkin kalian bertanya-tanya mengapa Boruto bersikap seperti itu didepan Mirai. Jangan salahkan Boruto, dia seperti itu tentu saja karena sedang jatuh cinta pada senpainya. Jatuh cinta? Pada pandangan pertama? Aah, tidak! Tidak!
Ini semula berawal dari Mirai yang dulu sering bermain di rumah Boruto. Mirai adalah tetangga Boruto. Mirai merupakan anak dari Asuma Sarutobi dan Kurenai Sarutobi, mantan senseinya ibunya Boruto. Maka dari itu, Kurenai selalu meminta Mirai agar bermain bersama Boruto supaya Boruto tidak kesepian. Itu karena orang tua Boruto sangat sibuk. Bahkan adiknya, Himawari dititipkan pada tantenya, Hanabi Sarutobi. Dari situlah Boruto sangat mengagumi Mirai. Mirai bagaikan sesosok kakak yang selalu berada disampingnya. Namun, itu berlaku untuk 9 tahun yang lalu. Sekarang dia sudah berumur 16 tahun dan Mirai berumur 18 tahun. Perasaannya berubah. Hilang sudah sosok kakak yang pengertian dan juga baik hati, tergantikan sesosok gadis cantik yang disukai. Boruto tahu, seharusnya dia menyukai anak seumurannya atau yang berumur dibawahnya. Bukannya senpai yang sudah dewasa seperti yang berada didepannya ini. Tapi, cinta tidak mengenal umur. Jadi mau bagaimana lagi. Boruto akan memperjuangkan persaannya. ‘Aku akan mengungkapkannya! Sekarang atau tidak sama sekali. Yossh, semangat Boruto!’
“Jadi langsung saja Boruto. Kenapa kau bersembunyi dibalik kursi yang kududuki?” Boruto meneguk salivanya, dia harus berani.
Gomenasai, Mirai-nee. Hanya saja…aku ingin mengatakan bahwa aku… Aku… Kagum padamu…Aah tidak, maksudku menyukaimu.”
“Eh? Suka?”
“Aku menyukaimu, Mirai Sarutobi. Aku menyukaimu sebagai seorang gadis. Bukan seorang kakak. Kau tahu? Bukankah cinta tidak mengenal usia.” Boruto tersenyum lega, ia berhasil mengatakannya.
“Eeeh?”

PSSH~
Muka Mirai benar-benar memerah sekarang.
Entahlah sebenarnya Mirai juga menyukai Boruto, sangat menyukainya. Boruto dulu memang sosok adik kecil yang Mirai dambakan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Boruto menjadi sesosok pemuda idaman dihatinya. Segala yang ada dalam Boruto selalu membuat Mirai terpesona, apalagi mata birunya yang indah dan menentramkan serta senyumannya yang menawan. Oleh karena itu, Mirai begitu bahagia saat Boruto mengatakan dia menyukainya sebagai seorang gadis. Meskipun begitu, Mirai tidak, ahh belum bisa menerima permyataann cinta Boruto. Bagaimana pun juga dia sudah kelas XII. Dia ingin fokus belajar terlebih dahulu. Mirai sangat berharap Boruto dapat menghargai keputusannya. Sebenarnya Mirai tidak ingin menyakiti hati Boruto. Tapi, bagaimana cara dia mengatakannya.
“Ano… Boruto…” Aduh, kenapa jadi gagap begini.
Boruto sebenarnya sudah siap akan penolakan, dia sadar bahwa dirinya belum cukup dewasa untuk Mirai. Tapi dia tidak peduli, apapun jawaban Mirai. Dia akan menerimanya.
“Ahem. Begini Boruto sebenarnya…. Aku juga menyukaimu. Hanya saja, kau tahu kan? Aku sudah kelas XII dan aku harus fokus terhadap ujian terlebih dahulu. Maka dari itu maaf… untuk sekarang aku belum bisa menerimamu tapi—“
Boruto merasa sedih tentu saja dia akan ditolak.
“—jika kau mau menungguku, sampai aku lulus dan kau juga lulus dari sekolah ini… aku akan menerimamu Boruto. Believe it!”
“Eeh?!”
Harapan yang tadinya pudar kini terasa berkumpul kembali dalam jiwa Boruto.
Tidak apa-apa. Meskipun harus menunggu. Boruto rela. Dan, hei! Bukankah Mirai-nee bilang dia menyukaiku?AAAA…AKU SUNGGUH BAHAGIA—TTEBASA!!!
“Apakah itu benar Mirai-nee kau juga menyukaiku? Tentu saja—ttebasa! Aku akan menunggumu! Dan kau juga harus menungguku, oke?” Rupanya Boruto kembali menjadi pribadi yang hiperaktif, ckckck.
“Tentu saja Boruto aku menyukaimu.”
“Katakan sekali lagi, Mirai-nee!”
“Boruto Uzumaki, aku menyukaimu.” Ucap Mirai sambil tersenyum.
HUG!
Blush!
“Bo-Boruto?” Boruto mengeratkan pelukannya pada Mirai, membuat tubuh mungil Mirai berada dalam kungkungannya.
“Arigato… Mirai. Aku sangat bahagia—ttebasa .” bisiknya pelan pada telinga Mirai.
“U-um! Sama-sama Boruto. Begitu juga denganku. Aku berjanji aku akan menunggumu. Seperti kau yang akan menungguku.” Balas Mirai lembut.
Aheeem!
“Anak-anak, bukankah ini sudah waktunya masuk ke kelas? Kalian tidak mendengar bel yang sudah berbunyi tadi? Ck, malah bermesraan di taman sekolah.”
“Eeeeh??”
Mirai membuka mata ruby-nya lalu mendorong Boruto. Begitu pun dengan Boruto.
“Mwahahahaa… Lihatlah muka terkejut kalian! Mwahaahaha! Suaraku benar-benar mirip Bu Anko-kah? Mwahahaha.”
“Chocho! Kauuuu inii!!! Mengagetkanku—ttebasa!”
“Hahaha gomen Boruto, lagipula kalian ini, kalau mesra-mesraan sepulang sekolah saja lihat kalian jadi bahan tontonan. Aku yakin besok banyak gosip tentang kalian tersebar.”
Muka Mirai mememerah begitupula Boruto. Uuh, mungkin bukan ide yang bagus berpelukan ditaman sekolah.
“Hn. Boruto-dobe.” Sarada menaikkan kacamatanya menyetujui perkataan Chocho.
“Diam kau, Sarada-teme!”
“Sudah! Sudah! Sebaiknya kalian semua bergegas. Sebentar lagi bel masuk akan dibunyikan. Mendokusei.”
“Shikadai, Inojin? Kalian juga disini? ”
“Tentu saja, Kumis Kucing…”
“Ggrr… Inojin!”
“Sudahlah Boruto. Sebaiknya kau dan teman-temanmu segera masuk kekelas. Aku juga akan kembali.” Ucap Mirai sambil menepuk pundak Boruto.
“Hati-hati, Mirai-nee~” Boruto menatap kepergian Mirai dengan tidak rela.
“Ciyeee… yang lagi kasmaran!” sindir teman-teman Boruto, membuat pipi dengan dua garis itu memerah karena malu.
“Uuh… hentikan. Katanya mau masuk kelas. Ayo!” ajak Boruto mengalihkan perhatian.
Yoo!

SELESAI.

RnR?
Thankyou.

Tuesday, March 19, 2013

TSUNAGATTE (naruhina)


TSUNAGATTE


Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto
Inspirated by Overfly (Haruka Luna )


I present….
NaruHina Drabble
    Bagiku dia seperti bintang, memberiku cahaya kehidupan. Meski begitu dia sulit untuk dijangkau.Aku ingin mengulurkan tanganku lebih tinggi dan lebih tinggi lagi padanya agar aku dapat meraihnya. Bahkan, keyakinanku begitu besar bahwa harapanku dapat bersamanya terwujud. Tapi dia adalah pahlawan bagi semua orang, Naruto Uzumaki. 
Kini, perasaanku semakin hari semakin besar saja padanya. Namun, aku takut aku goyah dan menyerah ditengah jalan. Aku mencoba mencari makna akan keberadaanku untuknya. Tapi yang kudapati hanyalah keraguan dan ketidakpantasan bersama dirinya. Aku menangis. Ya, aku Hinata Hyuuga menangis. Mencoba meratapi diriku yang terlihat menyedihkan ini. Akan tetapi, dia malah datang dan mengulurkan tangannya padaku, memberikan senyumannya untukku membuat hatiku terasa tersiksa karenanya.
"Apa sudah terlambat sekarang?" kataku pada diri sendiri. 

"Semua terserah padamu Hinata, kau ingin memulainya kembali atau malah mengakhirinya disini. Tapi kumohon jangan menyerah." sahut seseorang yaitu Naruto-kun. 

   Dia tersenyum padaku, dan mengulurkan tangannya padaku. Perlahan kuangkat tanganku lebih tinggi, lebih tinggi lagi untuk menggapainya. Dan aku kini menyentuhnya, menggenggam tangannya erat, tangan dari cahaya hidupku. Semua keraguan dan kemunafikan ku perlahan sirna. Aku merasa ada sebuah semangat membara dalam jiwaku. Dan sekarang aku yakin, sangat yakin bahwa mimpi dan harapanku pasti terwujud.

Dengan erat kau genggam tanganku, hingga tidak mungkin terlepas karena dengan ini kita akan selalu, selalu terhubung.
Dan aku sangat bahagia karena kebersamaan kita.
Naruto-kun…

"Arigatou." bisik ku pelan. 


   Sebelum dia merengkuhku dalam sebuah kehangatan aku sempat mendengarnya membisikan kata yang terdengar indah ditelinga ku meski itu hanyalah dua kata, "Doita, Hinata." 


OWARI….


Mind RnR?

 By: Nacita Lavesha….

Yogyakarta,20 Maret 2013

Thursday, March 7, 2013

MenmaHina



SALJU DAN KINGKONG



Disclaimer:Naruto © Masashi Kishimoto
Rate: T
Pair: Menma Uzumaki  & Hinata Hyuuga
Warning:AU, Abal, Aneh, Draable iseng, OoC dsb;


menma dan hinata

Kota yang bersalju, membuat suasana menjadi dingin menusuk tulang menyebabkan orang-orang makin mengeratkan jaket tebalnya pada tubuh mereka masing-masing. 
Tak terkecuali sepasang manusia yang sedang menembus suasana dingin itu sambil bergenggaman tangan. 
Tapi tiba-tiba saja si lelaki berhenti, membuat si gadis kebingungan dan ikut berhenti. 
"Ada apa, Menma?" tanya Hinata, si gadis tersebut pada si lelaki, Menma. 
Menma diam saja, dia melepaskan genggaman tangannya dari Hinata. Lalu tangannya digunakan untuk menadah dan merasakan salju.
"Dingin"ucap Menma pelan. Lalu dia menoleh ke arah Hinata. 

"Hn.Apa?" tanya Hinata sinis


"Tidak, hanya saja apakah kau tau perbedaan mu dengan salju?"


"Mungkin aku manis sedangkan salju tidak." jawab Hinata asal dan narsis.


"Kau, ini—Menma mengacak rambut Hinata pelan—kau salah. Salju bagiku terasa lembut dan dingin. Tapi kalau kau terasa—Menma menyeringai—kalau kau genggaman mu terasa lembut dan hangat. Apalagi jika kau mau mencium ku pasti akan terasa lebih hangat, jadi sekarang cepat cium aku biar tak kedinginan lagi." ucap Menma, membuat pipi Hinata merah.


"Kau, ini seenaknya menyuruh ku menciummu, aku tidak mau—Buugh—dasar mesum !!" ucap Hinata disertai tinjunya ke muka Menma.


"Aargh, sakit baka...kau ini, aku kan hanya bercanda." kata Menma

"Oh...iya satu lagi apa persamaanmu sama King Kong." kata-kata Menma membuat Hinata mendelik.


"Apa maksudmu, huh!" teriak Hinata


Suasana hati Hinata yang sedang senang karena ucapan Menma tadi menjadi hancur.Masa', dia disamakan sama King Kong. Sedangkan Menma berlari takut kena pukulan maut Hinata, kemudian Menma meneriakan kata-kata dari kejauhan.


"Persamaan mu sama King Kong kalian tuh sama-sama tukang ngamuk." katanya.

Wah, Menma kali ini kau benar-benar merusak suasana hati Hyuuga Hinata.

Kini wajah Hinata menjadi sangat-sangat merah, bukan, bukan karena Hinata sangat senang di samakan dengan King Kong, tapi karena kemarahan yang siap meledak. Detik berikutnya dia sudah tidak peduli dengan dinginnya salju, dia berlari dan mengejar pemuda yangmenyebabkan semuanya ini. Dan hanya satu nama...


"MENMAA!!!"

kemudian diadakanlah aksi saling kejar mengejar antara sepasang kekasih itu.

Setelah mencapai tangan Menma, Hinata ingin memukulnya seperti biasa, tapi dia kurang cepat sehingga malah Menma yang menangkapnya lalu mengecup bibir Hinata. Membuat gadis itu lupa akan amarahnya.


Well, sepertinya seorang Hinata Hyuuga dapat dengan mudah ditaklukan amarahnya dengan mendapat kecupan dari seorang Menma Uzumaki.

Oh...iya, dan seperti acara kejar-kejaran mereka berakhir dengan happy ending.


~The End~

A/N:, Ini drabble pertamaku lho, jadi gomen na kalau aneh…
Walau begitu,…
Mind to Review?